UTU Seleksi Peserta Debat Mahasiswa Indonesia
  • UTU News
  • 27. 07. 2020
  • 0
  • 361

MEULABOH - UTU | Pusat Prestasi Nasional Kemendikbud kembali menyelenggarakan Kompetisi Debat Mahasiswa Indonesia (KDMI) 2020. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, KDMI kali ini diselenggarakan secara daring menggunakan aplikasi Zoom Meeting. Menyambut acara bergengsi ini, Sub Bagian Kemahasiswaan UTU menyelenggarakan seleksi tingkat universitas. KDMI merupakan upaya pemerintah dalam membangun 6 C, yaitu collaboration (kerjasama), creativity (kreatifitas), critical thinking (berfikir kritis), communication (berkomunikasi), citizenship (kewarganegaraan), character (karakter).

Ada 7 (tujuh) kelompok yang ikut bertanding di level Universitas Teuku Umar. Masing-masing kelompok terdiri dari 3 (tiga) orang peserta yang berasal dari berbagai fakultas di lingkup UTU. Seleksi level universitas ini dinilai oleh tiga orang dosen UTU yang tergabung menjadi Dewan Juri, yaitu Firman Parlindungan, Ph.D., Said Fadhlain, S.IP., MA, dan Safrida, S.Sos., M.AP. Walaupun debat berlangsung secara virtual, mahasiswa sangat antusias mengikuti kompetisi ini. Suasa debat pun sangat hidup dan berisi, jelas dewan juri.

Kegiatan debat menuntut mahasiswa tidak hanya mampu mengungkapkan ide dalam bahasa Indonesia, tetapi juga menuntut mahasiswa mampu menguasai pengetahuan global, menganalisis, membuat judgement, dan meyakinkan publik. Di dalam debat, mahasiswa dihadapkan pada persoalan-persoalan nyata yang dihadapi suatu masyarakat atau bangsa.

Mahasiswa harus mampu menentukan posisi dan meyakinkan publik bahwa posisi mereka benar dan tepat. Oleh karena itu, debat merupakan media yang tepat dalam melatih kemampuan negosiasi dan argumentasi mahasiswa. Merupakan langkah yang tepat jika institusi pendidikan di Indonesia melaksanakan kompetisi debat antar mahasiswa dalam rangka internalisasi semangat kompetisi positif yang membutuhkan kemampuan komunikasi dan argumentasi. (Firman Parlindungan).

Lainnya :