Mahasiswa Baru UTU Dibekali Ilmu Kewirausahaan
  • UTU News
  • 15. 09. 2020
  • 0
  • 203

MEULABOH - UTU | Untuk membentuk mindset wirausahawan dalam diri mahasiswa, Wakil Rektor II Bidang Umum dan Keuangan UTU, Dr. Ishak Hasan membekali pengetahuan tentang kewirausahaan kepada mahasiswa baru angkatan 2020.

Materi tersebut disampaikan pada kegiatan Silaturrahmi Mahasiswa Baru (SIMBA) Tahun 2020 yang diselenggarakan secara daring, Senin (14/9/2020). Materi kewirausahaan bertujuan memberi motivasi pada mahasiswa untuk berani berwirausaha.

Dr. Ishak Hasan mengawali presentasinya dengan menunjukkan sebuah buku kumpulan para pemuda yang berhasil mengubah dunia. Didalamnya terdapat nama-nama besar seperti pendiri mesin pencari google, Larry Page dan Sergey Brin. Juga para pendiri media sosial terkemuka, Facebook, Mark Zuckerberg dan banyak nama-nama beken lainnya. Mereka semua adalah para anak muda yang berani memulai dan fokus pada pencapaian tujuan, tanpa menghiraukan rintangan dan tantangan.

Ishak Hasan mengatakan generasi abad ini menghadapi tantangan perubahan yang sangat cepat, dimana kalau dulu dimasa sekolah kita masih ditanya cita-citanya mau jadi apa? tapi di masa sekarang pertanyaan itu sudah mulai berubah, kamu mau buat apa, hal itu dikarenakan ramainya lulusan namun ketersediaan lapangan pekerjaan sangat terbatas, menyebabkan para sarjana harus berfikir membuka peluang pekerjaan sendiri," ungkapnya

Jika dahulu, sambungnya, profesi pengantar surat di depan rumah atau Posman masih ada, tapi hari ini profesi itu telah hilang digantikan dengan email, whatshap atau aplikasi media sosial lainnya.

"Untuk menuju ke arah ini maka perlu inovasi dan pembinaan karakter kewirausahaa pada diri mahasiswa. Dalam berusaha pasti ada tantangan maka ada dua kunci utama jalan cepat untuk menuju kejayaan, yakni sabar dan tekun," ungkap Dr. Ishak

Lanjutnya, mengapa kita mesti berwirausaha? Ada beberapa alasan diantaranya adalah kewirausahaan berkaitan dengan Human Resources Development (HRD), inovasi,  menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi. Peran Perguruan Tinggi harus bergerak dari lembaga pembelajaran (High Learning University) kepada Universitas Penelitian (Research University) dan menjadi Universitas Wirausaha (Entrepreneurial University) From Campus to pasar pagi kemakmuran dan daya saing bangsa.

Namun fenomena hari ini yang kita temui, khususnya di Aceh, banyak anak muda yang menghabiskan waktu mereka di warung kopi. Ngobrol dari pagi sampai siang bahkan malam, belum lagi yang sudah ketagihan dengan game online. Selain itu berbagai persoalan bangsa lainnya terus terjadi apalagi ditengah kondisi pandemi ini.
Ketika banyak generasi bangsa Indonesia enggan melakukan sesuatu perubahan, khususnya dalam upaya membuka lapangan kerja maka akibatnya bangsa kita menjadi konsumtif, pengguna produk bangsa lain (menjadi pasar yang potensial bagi negara lain, dijajah secara ekonomi); tingginya angka pengangguran, menjadi bangsa kuli. Selain itu pendapatan perkapita rendah, tingkat harapan hidup rendah dan menjadi bangsa miskin. Jelas Dr. Ishak

Maka dari itu, kita semua harus sadar dan bangkit dari keterpurukan ini. Generasi bangsa khususnya mahasiswa baru Universitas Teuku Umar, harus berani mengembangkan kreativitas dan inovasi. Kreatifitas itu adalah kemampuan mengembangkan ide dan cara-cara baru dalam memecahkan masalah dan menemukan peluang. Sementara inovasi adalah kemampuan menerapkan kreatifitas dalam rangka memecahkan masalah dan menemukan peluang.

Ada banyak orang bermimpi menjadi seorang wirausahawan namun tidak pernah terwujud menjadi kenyataan. Hal itu disebabkan oleh beberapa faktor yaitu tidak pernah memulai usaha, takut gagal atau rugi, tidak punya modal, umur sudah tua untuk memulai, tidak punya pengalaman dalam usaha, persaingan ketat, mitos etnis dan lain-lain.

Dibagian akhir, Dr. Ishak mengutip pesan Paulo Coelho "hanya satu hal yang membuat impian tidak bisa diwujudkan: takut menghadapi kegagalan. Dr. Ishak mengibaratkan usaha itu sebagai manusia, semuanya pernah jadi bayi tak ada yang langsung menjadi kuat dan besar. (Aduwina Pakeh / Humas UTU).

Komentar :

Lainnya :