Keren, 5 Mahasiswa UTU Lolos ke Ajang PIMNAS 2020
  • UTU News
  • 27. 11. 2020
  • 0
  • 643

MEULABOH - UTU | Sebanyak 5 mahasiswa Universitas Teuku Umar berhasil lolos ke ajang Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) Tahun 2020. Mereka berhasil menginovasi Hand Sanitizer Spray Daun Putri Malu dan Belimbing Wuluh (HANSALU) sebagai antiseptik berbahan dasar alami.

Sebelumnya tim dari Fakultas Kesehatan Masyarakat  ini berhasil lolos pendanaan ajang bergengsi mahasiswa yaitu Program Kreatifitas Mahasiswa (PKM) bersama 7 tim PKM dari Fakultas berbeda lingkup Universitas Teuku Umar.

PIMNAS merupakan tahapan terakhir dari pelaksanaan kegiatan bergengsi berskala nasional yakni Program Kreativitas Mahasiswa dimana pada tahap PIMNAS ini peserta mempresentasikan produk kreasi intelektual yang dimilikinya. Tahun ini pelaksanaan PIMNAS dilakukan secara daring pada 26  – 28 November 2020 dengan pusat kegiatan di Universitas Gadjah Mada yang merupakan tuan rumah dari pelaksanaan PIMNAS ke 33.

Sebanyak 625 tim yang berasal dari 101 perguruan tinggi di Indonesia lolos kedalam babak PIMNAS dimana sebelum masuk ke babak ini sebanyak 3.789 tim yang lolos pada tahap pendanaan harus melewati serangkaian proses seleksi, monitoring, hingga evaluasi.

Lima mahasiswa FKM UTU yang tergabung dalam tim PKM Kewirausahaan (PKM-K) HANSALU menjadi satu-satunya kontigen UTU yang lolos pada tahap PIMNAS dengan mengangkat topik inovasi hand sanitizer bebas alcohol yakni Hand Sanitizer Spray Daun Putri Malu dan Belimbing Wuluh sebagai antiseptik berbahan dasar alami.

Tim tersebut diketuai oleh Fedia Rizkita dengan anggota Putri Latifah Nur S, Nur Azizah, Wilda, dan Riska Fitri Juliana yang merupakan mahasiswa dari Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat FKM UTU angkatan 2017 dibawah bimbingan Enda Silvia Putri SKM, M.Kes.

Fedia Rizkita kepada media ini menyampaikan latar belakang dari terciptanya gagasan produk ini karena hand sanitizer merupakan cairan pembersih tangan yang banyak digunakan oleh masyarakat selain sabun, penggunaannya yang praktis tanpa dibilas serta dapat digunakan kapan saja dan dimana saja menyebabkan produk ini laris dipasaran khusus nya pada masa pandemic COVID-19.

“Berdasarkan survey yang telah kami lakukan sebanyak 70% hand sanitizer yang dijual dipasaran mengandung alcohol, sementara penggunaan alkohol secara terus menerus dapat menyebabkan iritasi pada kulit sehingga perlu adanya inovasi hand sanitizer bebas alcohol untuk mengatasi permasalahan tersebut. HANSALU hadir sebagai produk hand sanitizer alami bebas alkohol dengan kemasan sustainable dan ramah lingkungan yang terbuat dari bambu untuk mengurangi keberadaan sampah plastik” Jelasnya.

Enda Silvia selaku Dosen pembimbing membenarkan pernyataan tersebut dan berpendapat bahawa Hansalu adalah ide dengan melihat bahan alam yang suistanable dan merupakan solusi terbaik pada saat Pandemi Covid-19. 

Sementara Rektor UTU, Prof. Dr. Jasman J. Ma'ruf, SE., MBA memberikan apresiasi dan dukungan kepada para mahasiswa yang lolos PKM, "ini merupakan prestasi yang patut kita banggakan, dan berharap mereka mampu meraih hasil maksimal di ajang bergengsi ini." Katanya disela-sela acara penandatanganan MoU dengan Pemkab Bener Meriah.

Lanjutnya, kita terus meningkatkan kuantitas dan kualitas proposal PKM dari tahun ke tahun, bahkan untuk tahun ini kita baru saja selesai melakukan pelatihan peningkatan SDM bagi dosen pembimbing untuk mendukung program PKM secara maksimal.

Rektor juga menjanjikan sejumlah reward dan dukungan lainnya kepada para mahasiswa pengusul proposal dan dosen pembimbing PKM untuk tahun 2021. (Aduwina Pakeh / Humas UTU)

Komentar :

Lainnya :