Dosen IKL FPIK UTU Pemberdayaan Masyarakat Pesisir Melalui Anyaman Daun Pandan
  • Program Studi Ilmu Kelautan
  • 15. 09. 2021
  • 0
  • 264

Kamis, 3 Juni 2021, Dosen Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan FPIK Universitas Teuku Umar (FPIK-UTU), Hayatun Nufus, M. Si memperkenalkan sangat banyaknya produk yang bisa dihasilkan dari tumbuhan pandan dengan membuat anyaman dari daun pandan. Anyaman pandan (Pandanus sp ) tidak hanya bisa dijadikan anyaman, tetapi bisa juga digunakan untuk mereduksi sampah plastik yang sekarang ini lagi marak diperbincangkan di tingkat global, yaitu dengan menggunakan keranjang belanja anyaman pandan pengganti plastik yang ramah lingkungan.

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan Hayatun Nufus merupakan Program Pengabdian Berbasis Riset (PBR) yang didanai oleh Universitas Teuku Umar tahun 2021. Hayatun Nufus, M.Si selaku ketua peneliti menyatakan bahwa potensi sumberdaya pesisir khususnya pandan laut yang ada di Pesisir Peunaga Rayek sangat potensial dikembangkan  apalagi sekarang ini kita menghadapi revolusi industri 4.0.

Kegiatan pengabdian berbasis Riset kepada  masyarakat tersebut mendapatkan sambutan dari Dekan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Teuku Umar, Prof. Dr. M. Ali, S., M.Si. Dalam sambutannya, Prof. Ali mengatakan, alam sudah menyediakan bahan bakunya, nah tinggal kita yang meramunya.  Menurut Beliau, Peunaga rayeuk merupakan kawasan yang tumbuh berbagai tanaman dimana dapat dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar di antaranya tanaman pandan. tanaman pandan laut kebanyakan hanya digunakan sebagai perindang dan untuk perlindungan terhadap terjadinya abrasi pantai, ada beberapa lokasi pantai yang sengaja dihilangkan guna untuk perluasan area perdagangan atau kepentingan pengembangan pariwisata. Beliaw sangat menyayangkannya, minimnya minat masyarakat pesisir dalam pemanfaatan tanaman pandan sehingga jarang diperhatikan perkembangannya bahkan dibiarkan liar, padahal populasinya sangat banyak. Terkadang masih ada masyarakat pesisir yang memiliki anggapan tanaman tersebut hanya sebagai pengganggu dan merusak keindahan pantai karena daun yang dihasilkan jatuh dan membusuk sehingga menjadi tumpukan sampah.

“Kegiatan PKM yang dilakukan oleh Hayatun Nufus patut diapresiasi dengan memanfaatkan potensi sumberdaya pesisir yang ada di Wilayah Pesisir Peunaga Rayek Aceh Barat untuk memenuhi kebutuhan ekonomi masyarakat”, ujar Prof. Ali

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat mendapatkan sambutan positif dari masyarakat yang mengikuti pelatihan anyaman pandan. Hayatun Nufus, yang juga sebagai Dosen Jurusan Ilmu Kelautan mengatakan, langkah awal untuk memberdayakan masyarakat untuk mengeksplorasi  lebih lanjut terkait potensi keanekaragaman hayati dan ke depan akan dikembangkan dalam rangka meningkatkan ekonomi masyarakat. (Team Web FPIK)

 

Lainnya :