Detasering HKI UTU Bahas Drafting
  • UTU News
  • 31. 10. 2020
  • 0
  • 234

MEULABOH, UTU – Pada pertemuan keempat kegiatan detasering pendampingan untuk memperoleh Hak Kekayaan Intelektual (HKI), yang digelar secara daring, Rabu, 28 Oktober 2020, membahas proses drafting paten.

Narasumber detaser yang membahas drafting paten adalah Syafii, ST, MT, P.hD, dari Universitas Andalas (Unand). Syafii antara lain menjelaskan, judul invensi, harus singkat dan jelas serta menggambarkan bidang teknik invensi. Judul harus mewakili esensi atau inti invensi, dan tidak boleh menggunakan kata-kata singkatan, istilah merek dagang, iklan atau pujian. Invensi paten dapat berupa produk, alat, formulasi/komposisi, proses dan metode.

Sedangkan, Mirdha Fahlevi SI, SE.,MSM selaku Koordinator Pusat HKI Universitas Teuku Umar (UTU) menjelaskan, sampai saat ini telah masuk 10 potensi paten dari dosen Universitas Teuku Umar (UTU) yaitu dua dari Fakultas Teknik, satu dari Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM), tiga dari Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK), dan empat dari Fakultas Ekonomi (FE). “Semoga semua yang telah mengajukan paten atau invensi yang telah didaftarkan dapat dilakukan drafting paten dengan baik”, ujar Mirdha.

Sebagaimana berita sebelumnya, beberapa situs yang dapat digunakan untuk melakukan penelusuran paten antara lain portal DJKI, WIPO (World Intellectual Property Organization), US Patent dan google patent.

Syafii juga mempraktekkan bagaimana cara melakukan patent searching pada berbagai situs tersebut. Lebih lanjut, Syafii menjelaskan bahwa informasi hasil penelusuran paten (patent searching ) digunakan oleh para civitas akademika dalam proses drafting patent untuk membandingkan hasil invensinya dengan berbagai jenis patent yang sebelumnya telah granted. Selain itu, menulis invensi harus lengkap dan jelas, sehingga dapat dimengerti oleh orang yang ahli dibidangnya.

Mirdha Fahlevi juga mengapresiasi semangat para civitas akademika dalam mengikuti kegiatan detasering pendampingan perolehan HKI. “Mudah-mudahan melalui kegiatan detasering ini mampu menghasilkan berbagai drafting paten yang berasal dari invensi para civitas akademika UTU untuk di dafaftarkan pada DJKI KEMENKUMHAM RI”, ujar Mirdha yang juga dosen muda Fakultas Ekonomi UTU. (***)

Komentar :

Lainnya :